Tak Ada Bunga, Tak Ada Coklat … (Kenangan terindah -14 Februari 2011)

Februari 18th, 2011 by agustinusp

Dari yang terkasih, Bogor - 14 Februari 2011

Tak ada bunga,

Tak ada coklat hari ini,

Tapi aku bahagia

Karena aku selalu dapat melihatmu

Saat mau tidur dan saat kubangun,

dan kau selalu ada untukku…

Tak perlu kau katakan, aku pun tahu

bahwa selalu ada bunga dihatimu untukku …

Happy valentine day my lovely …


Menunggu …

Agustus 2nd, 2009 by agustinusp
Kenangan terindah June 2009-Kuta-Denpasar Bali

Asa yang kugoreskan diantara butir-butir pasir
semakin jelas tergambar oleh sentuhan ombak

Diantara bayang-bayang senja
Terpaan lembut aliran udara
menusuk direlung hati

Kunantikan cahayaNya…

Hati-Hati: Menjadi Kekasih Sebuah Handphone

Desember 4th, 2008 by agustinusp

2 hal dibawah ini sempat aku perhatikan saat beberapa kali harus menggunakan jasa pesawat terbang.

1. Handphone merupakan barang yang sulit untuk ditinggalkan oleh sang empunya.
Sampai-sampai pesawat sudah siap tinggal landas pun masih ada yang sms ataupun bertelepon ria.
Teguran dari awak kabin kadang tidak dihiraukan, baru setelah tatapan tajam dari penumpang lain.
“Sang kekasih” ini baru dimatikan….

*)Seringkali kita lebih tega meninggalkan kekasih daripada sebuah handphone

2. Cinta mati dengan handphone.
Coba perhatikan saat pesawat mendarat, seringkali terjadi beberapa detik setelah roda pesawat menyentuh landasan.
Rasa rindu terhadap sang handphone tidak tertahankan.
Beberapa penumpang biasanya langsung menghidupkan handphonenya.

Kadang dalam hati ini berkata, sedemikianĀ  lebih berharganya handphone dari pada sebuah keselamatan.
Atau paling tidak menghargai penumpang lain yang sudah disiplin dan taat pada peraturan.
Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi yang sering menggunakan jasa penerbangan maupun pihak maskapai.

Petunjuk Keselamatan

Nopember 28th, 2008 by agustinusp

Bagi yang sering bepergian menggunakan pesawat mungkin sudah tidak asing lagi dengan selembar kertas ini yang biasanya berada dikantong kursi pesawat.
Ya.. kertas yang berisi Petunjuk Keselamatan. Gambar-gambar petunjuk penyelamatan saat kondisi darurat.
Jika aku perhatikan, setiap kali awak kabin memperagakan cara penggunaan sabuk pengaman, baju pelampung atau menyebutkan Petunjuk Keselamatan.
Hampir-hampir tidak ada yang memperhatikan, dianggap hal yang biasa bagi penumpang,
Bagi yang sering bepergian menggunakan pesawat atau bahkan yang baru pertama kali naik pesawat mungkin gengsi dan malu jika harus memperhatikan peragaan ini.
Apalagi penumpang yang membaca lembar Petunjuk Keselamatan mungkin bisa dihitung dengan jari.
Semoga Tuhan selalu memberikan perlindungan dan keselamatan selama perjalanan sampai ditempat tujuan. Amin.

Indahnya Maumere

Nopember 28th, 2008 by agustinusp

Kenangan 11 Oktober 2008- Maumere - Flores, NTT

Sinar mentari mengawali perjalanan pagi ini. Hari ini aku akan menuju ke kota Maumere di Kabupaten Sikka di pulau Flores-NTT.
Tidak lama setelah check-in di bandara El Tari Kupang, penumpang diminta naik ke pesawat.
Pertama agak bingung juga karena di tiket tidak tertulis nomor kursinya.
Namun kebingunganku tidak terlalu lama setelah awak kabin memberitahu boleh memilih kursi dimana saja,
(kecuali kursi pilot, kataku dalam hatiĀ  ), ku pilih duduk dekat jendela supaya bisa lihat pemandangan.

Tidak berapa lama kemudian mesin pesawat menderu mengumpulkan tenaga untuk lepas landas, dan perjalanan dimulai.
Rasa kagum dan takjub kembali menghiasi hati dan diri ini, melihat keindahan kepulauan Indonesia. Pesawat ternyata transit di bandara H. Hasan Aroeboesman kota Ende sebelum melanjutkan perjalanan ke Maumere.


Penerbangan dari Ende ke Maumere ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit, akhirnya pesawat mendarat di bandara WaiOti Maumere.
Ku lanjutkan perjalananan menuju ke hotel Gardena, tempatku menginap selama di Maumere.
Dingin udara dari air conditioner yang terpasang di kamar menyegarkan badan ini dari segala kepenatan.
….

Kekasih Hatiku

Oktober 21st, 2008 by agustinusp

Kenangan February 2008

Kasih detik demi detik
kita lalui dengan sayang, cinta,
canda, tawa,
kadang juga marah,capek.

Sungguh besar kasih dan cintamu pada diriku, Nia serta Eta.
Kasihku kau adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan bagiku.

Tuhan juga berikan hadiah bagi cinta kita,
Ade dan Eta
Yang pasti akan kita sayangi dan jaga.

Aku sayang dan cinta kamu istriku, kasihku.

Selamat ulang tahun perkawinan bagi kita.

Kecup sayang dan mesra dari… kekasihmu.

Kenangan Terindah Seorang Penjual Kacang Rebus

Oktober 19th, 2008 by agustinusp

Kenangan-6.Maret.2008.Kupang.Nusa.Tenggara.Timur

Sering kali saat memperoleh rejeki tidak kita syukuri bahkan kadang menggerutu koq cuma dapat segini…
Itu karena kita selalu melihat keadaan orang lain yang lebih dari kita.
Coba sekali waktu kita sempatkan melihat ke bawah….

Tadinya aku tidak menyadari bahwa gambar yang aku ambil ternyata menyimpan arti kehidupan yang sebenarnya. Maksud hati adalah mengambil gambar seorang penjual kacang rebus di pinggir jalan utama di tepi pantai - Kota Kupang.
Saat kuperhatikan gambar ini, perasaan bersalah dan hati terasa tertusuk duri saat menyaksikan foto kehidupan nyata ini.
Kenangan terindah seorang penjual kacang rebus atas rejeki yang telah didapatnya hari ini, setelah berjuang tanpa menghiraukan panas terik matahari.
Merangkai asa dan rencana untuk meneruskan cerita kehidupan esok …

Terimakasih ya Tuhan atas semua anugerah dan kenangan yang indah ini semoga bisa kuambil pelajaran dari kisah hari ini.

Naik Bemo di Kota Kupang Seperti Naik Pesawat Terbang

Oktober 19th, 2008 by agustinusp

Koq bisa…….?
Jadi ingat dengan temanku di Jogja yang punya kebiasaan kasih pertanyaan yang paling rumit
untuk dijawab yaitu : “Koq Bisa?”.
Ya bisa, itu gambaranku ketika naik bemo di kota Kupang-Nusa Tenggara Timur.
Saat kita menghentikan bemo dan masuk kedalamnya.
Nah… sopir bemo di kota Kupang ini tidak akan langsung menjalankan bemonya sebelum penumpangnya benar-benar duduk.
Dia akan memperhatikan melalui kaca spion. (mungkin agak berbeda dengan angkutan dikota lain, belum kita duduk sudah tancap gas)
Ibaratnya naik bemo seperti naik pesawat terbang. Kalau tidak salah “bukankah pesawat terbang biasanya tunggu penumpangnya duduk semua baru tancap gas”.

Diskotek berjalan [2]

Oktober 10th, 2008 by agustinusp

Naik bemo di kota kupang? Penumpang tidak perlu khawatir dengan musik yang keras ini.
Bagaimana nanti kalau mau turun/berhenti, itu yang ada dalam benakku pertama kali.
Ternyata caranya mudah, tinggal ketokkan uang receh pada besi pegangan yang ada didalam bemo. Pasti dengan sigap sopir bemo akan menghentikan oto-nya.

Sampai suatu ketika saat aku naik bemo bersama teman, aku ketokkan saja cincin kawinku ke besi pegangan dan bemo pun berhenti tepat ditempat yang kita inginkan.
Sambil berjalan temanku berkata “ooo salah satu gunanya cincin kawin adalah untuk menghentikan bemo”.
“Ya makanya lekas nikah supaya kalo naik bemo bisa turun” jawabku sambil ketawa, maklum temanku ini belum menikah.

Tips, supaya tidak salah jurusan yang perlu diperhatikan adalah angka yang ada di lampu diatas kabin bemo. Dan biasanya orang menyebutnya “bemo lampu berapa?”
Nah sebagai informasi tambahan jurusan dari bemo, bisa dilihat dibawah ini:
lampu 1 : Sikumana-Oepura-Kuanino-Oeba
lampu 2 : Oepura-Kuanino-LLBK-Kampung Solor-Oeba
lampu 3 : Terminal Kupang-Kuanino-Bakunase
lampu 6 : Oebufu/Flobamora mall-Oebobo-terminal Kupang
lampu 5 : Oebobo-Oeba-Terminal Kupang
lampu 7, 27 : Walikota-Kupang
lampu 10 : Walikota-Pasirpanjang-Kupang

Diskotek berjalan [1]

Oktober 9th, 2008 by agustinusp

Kenangan Januari-Maret.2008.Kupang

Ya.. diskotek berjalan itu kalau boleh aku sebut.
Kaget waktu pertama kali mendengar musik yang berdentum-dentum keras,
membuat dada ini terhentak dan kakipun ikut bergoyang.
Namun ini sudah menjadi pemandangan dan hal biasa di Kupang ini khususnya.
Itulah ‘bemo’ atau mobil angkutan di kota kupang.

Ciri khas yang lain adalah full variasi yang membuat ‘oto’ ini tampak apik dan nyaman dipandang.
Katanya jika bemonya tidak full musik dan bersih, penumpang tidak mau naik.
Jadi pemilik bemo bisa jadi menghabiskan puluhan juta untuk mendandani ‘oto’ mereka. Wahhh… wahhh…